Wosu, 7 Mei 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Putri Nurul Iman Alkhairaat Wosu, ketika seluruh santri putri pondok berkumpul untuk memperingati Haul ke-166 Habib Abu Bakr bin Abdillah Al-Attas dan Haul ke-6 Hubabah Sakina bintu Ali Baharun. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Ustadz Muhammad Ardhi, beserta para ustadzah dan segenap santri Pondok Pesantren Nurul Iman Alkhairaat Wosu.

Peringatan haul dibuka dengan lantunan Bakriyyat, sebuah syair indah karangan Habib Ali Al-Habsyi yang berjudul “سألت الله” sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada para guru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Ardhi, sebelum memasuki puncak acara berupa penyampaian nasihat dari pimpinan pondok.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Ardhi mengisahkan hubungan spiritual yang erat antara dua tokoh besar dalam dunia keilmuan Islam. Beliau menuturkan bahwa Habib Abu Bakr bin Abdillah Al-Attas memiliki seorang murid bernama Habib Ali Al-Habsyi, Shohibul Maulid Simtudduror, dan bahwa pertemuan pertama keduanya terjadi di Syihr. Beliau kemudian menjelaskan makna di balik syair yang dibacakan di awal acara, bahwa syair tersebut merupakan ungkapan kecintaan Habib Ali Al-Habsyi kepada sang guru, hingga karenanya terbuka hijab dan terangkat derajat beliau sebab memuliakan sang guru. Ustadz Muhammad Ardhi juga menyampaikan bahwa Habib Abu Bakr Al-Attas wafat pada 17 Dzulqa’dah dalam usia 65 tahun.

Menutup nasihatnya, beliau menekankan pentingnya kecintaan kepada para wali dan orang-orang saleh sebagai sarana membersihkan hati. “Mudah-mudahan dengan cinta ini, dan dengan mencintai auliya dan shalihin, akan membersihkan hati-hati kita yang kotor. Karena dengan hati yang bersih, ilmu itu akan melekat. Dan jika hati bersih, Allah akan memandang hati-hati kita,” ujarnya.

Beliau kemudian mengutip sebuah hadis yang menjadi inti dari seluruh pesan pada acara tersebut,
إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا أعمالكم ولا صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم, yang bermakna bahwa Allah tidak memandang kepada tubuh, amal perbuatan, maupun rupa seseorang, melainkan memandang kepada hati-hati mereka.

Peringatan haul ini menjadi momentum bagi seluruh warga pondok untuk memperkuat kecintaan kepada para ulama dan auliya, sekaligus merenungi pentingnya kebersihan hati sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *